Berita

Budaya Tidak Diajarkan, Tetapi Dihidupkan: Hari Kedua MPLS Ramah SPENASIX Fokus Bentuk Manusia Seutuhnya

Budaya Tidak Diajarkan, Tetapi Dihidupkan: Hari Kedua MPLS Ramah SPENASIX Fokus Bentuk Manusia Seutuhnya

TEMANGGUNG (14 Juli 2026) – Memasuki hari kedua Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah, SMP Negeri 6 Temanggung (SPENASIX) terus bergerak konsisten dalam menanamkan nilai-nilai luhur bagi para murid baru. Mengusung keyakinan bahwa budaya sekolah yang baik tidak sekadar dihafalkan sebagai aturan kaku tetapi harus benar-benar dihidupkan, SPENASIX mengajak peserta didik baru melangkah lebih jauh dari sekadar mengenal ruang kelas.

Di sekolah ini, karakter kokoh dibangun terlebih dahulu sebagai fondasi utama sebelum raihan prestasi akademik maupun non-akademik menyusul kemudian.

Menjadi SPENASIX, Bukan Sekadar Bersekolah

Pada agenda hari kedua ini, para siswa baru mulai diintegrasikan ke dalam berbagai kebiasaan unggulan sekolah. Melalui pembiasaan langsung budaya 5S serta Sosialisasi Kurikulum Satuan Pendidikan, siswa baru diajak memahami identitas unik mereka sebagai bagian dari keluarga besar SPENASIX.

Tidak hanya itu, pengenalan mendalam terhadap program-program budaya unggulan sekolah juga menjadi sorotan utama, meliputi:

  • ASIX

  • ASLM

  • Adiwiyata

  • Sekolah Sehat

Melalui pengenalan ekosistem ini, murid baru diarahkan untuk melihat bahwa seluruh instrumen sekolah bekerja sama untuk menghidupkan lingkungan belajar yang positif, bukan sekadar memaksakan peraturan di atas kertas.

Karakter adalah Prestasi Pertama

Komitmen SPENASIX untuk membentuk manusia seutuhnya tercermin jelas melalui beragam aktivitas yang dijalani peserta didik sepanjang hari. Mulai dari pengenalan tata tertib sekolah yang disiplin, pelaksanaan pemeriksaan kesehatan dasar, momen kebersamaan saat makan bersama, hingga pelaksanaan ibadah.

Rangkaian kegiatan ini menegaskan filosofi besar yang dianut oleh sekolah:

“Di SPENASIX, disiplin dibentuk menjadi kebiasaan sehari-hari, kepedulian diangkat menjadi budaya bersama, dan kebersamaan dirajut menjadi kekuatan utama. Sekolah yang hebat tidak hanya bertugas melahirkan murid yang cerdas secara intelek, tetapi juga menciptakan generasi berkarakter kuat yang siap memberi makna serta dampak positif bagi lingkungan di sekitarnya.”

Hari kedua MPLS Ramah ini ditutup dengan antusiasme tinggi dari para siswa yang mulai merasakan kenyamanan beradaptasi di lingkungan baru, bersiap melangkah menjadi generasi penerus bangsa yang bermartabat.

Sumber: Spenasix Media – INSPIRASIX (Edisi MPLS Ramah